Buah Tarap

  Buah Tarap (nama ilmiah: Artocarpus odoratissimus) adalah buah eksotis dari keluarga Moraceae, yang masih satu keluarga dengan nangka, cempedak, dan sukun. Buah ini dikenal juga dengan nama lokal seperti marang (Filipina), keiran (Sabah), atau johey oak. Tarap banyak ditemukan di Kalimantan, Sabah, Sarawak, dan Mindanao (Filipina).


Ciri-Ciri Buah Tarap

  1. Bentuk dan Ukuran:

    • Berbentuk bulat atau sedikit lonjong, dengan diameter sekitar 15–20 cm.
    • Berat buah berkisar 1–2 kg.
  2. Kulit Buah:

    • Kulitnya berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning keemasan ketika matang.
    • Kulitnya memiliki duri-duri kecil yang lunak dan tidak tajam, sehingga aman disentuh.
  3. Daging Buah:

    • Daging buahnya berwarna putih, bertekstur lembut, dan berair.
    • Tersusun dalam ulas-ulas seperti nangka atau cempedak, dengan biji kecil di setiap ulasnya.
  4. Rasa dan Aroma:

    • Rasanya manis, dengan tekstur creamy mirip durian atau sirsak.
    • Aromanya harum dan khas, tetapi tidak terlalu tajam seperti durian.

Manfaat Buah Tarap

  1. Sumber Nutrisi:

    • Mengandung vitamin C, yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
    • Kaya akan karbohidrat, menjadikannya sumber energi instan.
    • Kandungan kalium membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
  2. Baik untuk Pencernaan:

    • Kandungan serat yang tinggi membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
  3. Antioksidan Alami:

    • Mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah penuaan dini.
  4. Menjaga Kesehatan Jantung:

    • Kalium dalam buah tarap membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mendukung fungsi jantung.
  5. Meningkatkan Energi:

    • Kandungan gula alami seperti glukosa dan fruktosa memberikan energi cepat, cocok untuk camilan sehat.

Cara Konsumsi

  1. Dimakan Segar:

    • Buah tarap biasanya dimakan langsung setelah dibuka. Kulitnya mudah dibelah menggunakan tangan atau pisau.
    • Daging buahnya diambil satu per satu, mirip dengan nangka.
  2. Olahan:

    • Selain dimakan segar, tarap juga bisa dijadikan bahan untuk pembuatan jus, es krim, atau selai.
    • Biji tarap bisa direbus atau digoreng, mirip seperti biji nangka, dan menjadi camilan yang lezat.

Budidaya Buah Tarap

  1. Penanaman:

    • Pohon tarap tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan tinggi.
    • Membutuhkan tanah subur, gembur, dan memiliki drainase baik.
    • Dapat ditanam dari biji, tetapi membutuhkan waktu lama untuk berbuah (sekitar 5–7 tahun).
  2. Perawatan:

    • Siram secara rutin, terutama saat musim kemarau.
    • Gunakan pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan pohon.
  3. Pohon Tarap:

    • Tingginya bisa mencapai 20–25 meter.
    • Daunnya besar dan lebat, membuatnya juga berfungsi sebagai pohon peneduh.

Keunikan Buah Tarap

  • Buah tarap tidak tahan lama setelah dipanen. Dalam suhu ruang, buah matang hanya bertahan sekitar 1–2 hari, sehingga harus segera dikonsumsi.
  • Karena kelezatannya, buah ini sangat digemari di daerah asalnya dan sering dianggap sebagai buah musiman yang istimewa.

Apakah Anda ingin tahu cara menanam atau mencari olahan unik dari buah tarap? 😊

Nurul Huda Media

jangan lihat seseorang dari coopernya tetapi kenalilah seseorang dengan sebaik baiknya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama